POTENSI DESA BATAH BARAT


P O T E N S I
Secara umum, mata pencaharian masyarakat Desa Batah Barat adalah Nelayan, petani, pedagang, Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebagian masyarakat desa juga tertarik untuk merantau keluar Pulau Madura bahkan keluar negeri. Di luar Pulau Madura, mereka bekerja sebagai penjual sate, nasi goreng, buruh serta menjalankan usaha besi tua. Sedangkan, untuk di luar negeri bagi laki-laki bekerja sebagai kuli bangunan atau supir. Bagi perempuan, pekerjaan yang dilakukan adalah menjadi pembantu rumah tangga. Gaji yang cukup menggiurkan membuat sebagian masyarakat tersebut rela meninggalkan keluarga bahkan sampai 10 tahun lamanya.

 Sektor kelautan dan pertanian menjadi potensi di Desa Batah Barat. Hasil tangkapan laut dan pertanian menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat sekitar. Hasil tangkapan laut berupa udang, kepiting, cumi-cumi, kerang dan berbagai jenis ikan (kakap, gelama dan lain-lain). Selain dijual, hasil tangkapan ini diolah menjadi ikan asin. Ikan asin dijual berkisar 30 ribu sampai 70 ribu sesuai dengan jenis ikan yang ada. Selain untuk memenuhi  kebutuhan pasar, pengasinan ikan juga dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomis dari beberapa jenis ikan. Ikan gelama memiliki nilai ekonomis yang rendah dikarenakan rasa yang hambar jika hanya dimasak. Meski sudah diasinkan, harga ikagelama belum dapat menambah penghasilan secara signifikan. Kondisi laut yang tak menentu menjadi berpengaruh pada hasil tangkapan laut. Biasanya hal ini terjadi di bulan Januari, Februari,   dan Agustus. Bulan-bulan tersebut disebut dengan bulan takeppe. Penyebutan tersebut diberikan karena hasil tangkapan laut yang   sedikit. Bulan takeppedigunakan nelayan untuk memperbaiki jaring yang rusak atau pergi bekerja di sawah.
Tanda-tanda alam juga masih digunakan sebagai pertimbangan dalam melaut. Nelayan akan melihat bulan di langit serta penentuan  tanggal dari tanggal 1-15 akan ada waktu selama 1 minggu dimana hasil tangkapan lebih banyak. Hal ini juga dilihat dari aliran air laut. Aliran air yang berjalan lambat menjadi tanda bahwa hasil tangkapan sedikitNelayan sering menyebut dengan air mati.

Lahan pertanian yang cukup luas menjadi ladang perekonomian kedua di Desa Batah Barat. Keberadaan lahan persawahan sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Hasil sawah lebih banyak digunakan untuk konsumsi pribadi dan sebagian kecil dijual. Hasil dari pengolahan sawah di Desa Batah Barat meliputi padi, jagung, kacang panjang, kacang hijau, dan kacangtanah. Tidak semua dusun menanam jagung. Hanya Dusun Nang Penang dan Dusun Binase yang menanam jagung. Di area sekitar sawah terdapat ladang yang ditanami pohon turi, mangga dan pisang. Buah-buah yang dihasilkan tersebut dijual langsung maupun dikonsumsi sendiri. Biasanya juga terdapat penjualan mangga dengan membeli satu pohon. Sehingga setelah cukup waktu, mangga dipanen dengan membayar satu pohon yang telah disepakati.
Di Dusun Nang Penang terdapat sebuah pemandian, akan tetapi masih terbengkalai dan belum ada kelanjutan pembangunan. Menurut informasi yang di dapat, pihak Desa sudah bekerja sama dengan Dinas Pariwisata, karena terdapat beberapa kendala, sehingga pembangunan masih belum berlanjut.







Komentar